Perkuat Identitas Usaha, Tim Pengabdi hibah PKM PMP kemdiktisaintek RI STIE Ganesha Gelar Pembekalan Personal Branding untuk UMKM Rintisan di Tangsel
TANGERANG SELATAN – STIE Ganesha kembali mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Penguatan Personal Branding bagi UMKM Rintisan di Kota Tangerang Selatan." Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ilmu Berkah Sejahtera, sebagai wujud sinergi akademisi dan lembaga pelatihan dalam mengakselerasi kapasitas pelaku usaha kecil dan mikro di daerah.
Berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, di kampus STIE Ganesha, Jalan Legoso Raya, Ciputat Timur, pelatihan ini menyedot perhatian puluhan peserta yang terdiri dari pengusaha pemula, calon wirausahawan, serta peserta program kewirausahaan. Suasana tampak hidup sejak pukul 10.00 WIB, dengan para hadirin menyimak paparan tentang strategi membangun karakter usaha yang kuat melalui pendekatan personal branding—sebuah instrumen penting untuk bertahan di tengah iklim bisnis yang kian dinamis.
Dr. Muhammad Ridwan, M.M., selaku Ketua Penelitian STIE Ganesha, dalam sambutannya menegaskan bahwa personal branding bukan sekadar aksesori bisnis, melainkan fondasi utama dalam meraih kepercayaan publik. Ia menilai, saat ini kesuksesan usaha tidak hanya bertumpu pada mutu barang, tetapi juga pada kemampuan pengusaha menampilkan citra yang konsisten, autentik, dan mudah diingat oleh konsumen.
Tim pelaksana hibah PkM dari Kemdiktisaintek RI tahun 2026—yang digawangi Dr. M. Ridwan, Nurhayati, dan Patria Adiguna—turut menghadirkan narasumber dari LPK Ilmu Berkah Sejahtera, Bapak Hadi Priyotomo. Dalam sesinya, ia mengupas tuntas bahwa personal branding yang efektif tercermin dari keselarasan antara citra pengusaha, desain logo, kemasan produk, pelayanan, hingga gaya komunikasi di media sosial.
"Logo dan kemasan bukanlah sekadar hiasan. Ia adalah wajah usaha yang menyiratkan kualitas, profesionalisme, dan janji kepada pelanggan. Banyak UMKM punya produk bagus, tetapi kalah dalam pengemasan identitas. Padahal, kesan pertama yang kuat bisa menjadi jembatan menuju loyalitas konsumen," tegas Hadi Priyotomo di hadapan peserta.
Senada, Dr. Muhammad Ridwan menambahkan bahwa personal branding adalah cerminan dari nilai-nilai, visi, dan komitmen usaha. Ia mengibaratkan branding sebagai "nadi" yang membedakan satu produk dari ribuan produk serupa di pasar. Menurutnya, konsistensi dalam membangun identitas—mulai dari warna, logo, hingga cara berinteraksi—akan membuat pelanggan langsung mengenali dan mengingat jenis usaha yang dijalankan.
Lebih jauh, Ridwan menyoroti besarnya peluang yang ditawarkan oleh era digital bagi UMKM. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa identitas merek yang solid, produk berisiko tenggelam dalam persaingan. Karena itu, pelaku usaha harus mampu membangun narasi yang otentik, emosional, dan dapat dipercaya, agar terhubung secara bermakna dengan konsumen.
Pelatihan ini tidak hanya menyuguhkan teori, tetapi juga diskusi interaktif dan studi kasus praktis. Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta menerima modul pelatihan, e-sertifikat, kesempatan menjalin jaringan bisnis, serta doorprize menarik—semuanya diberikan secara cuma-cuma.
STIE Ganesha berharap, melalui inisiatif ini, UMKM lokal di Tangerang Selatan mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar, sehingga produk-produk unggulan daerah semakin dikenal, dipercaya, dan diminati masyarakat luas.
0 Komentar