Peneliti STIE Ganesha Soroti Transformasi Struktur Ekonomi Pesisir Banten untuk Wujudkan Blue Economy 2030
Banten – Peneliti Fundamental (Dosen dan Mahasiswa) STIE Ganesha melalui Ketua tim Peneliti M.Arief Noor menegaskan bahwa transformasi struktur ekonomi pesisir menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan Blue Economy 2030 di Provinsi Banten. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir.
Dalam hasil kajian yang dipaparkan, Ketua Peneli M. Arief Noor STIE Ganesha menyebutkan bahwa Banten memiliki potensi ekonomi maritim yang besar, mulai dari sektor perikanan tangkap, budidaya perikanan, industri pengolahan hasil laut, pelabuhan, hingga pariwisata bahari. Potensi tersebut perlu dikelola secara terintegrasi agar mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa transportasi maritim, pariwisata bahari, dan sektor perikanan merupakan pilar utama pengembangan ekonomi biru di Provinsi Banten.
Menurut peneliti, transformasi ekonomi pesisir tidak lagi cukup mengandalkan peningkatan produksi hasil laut semata. Dibutuhkan pengembangan industri hilir, pemanfaatan teknologi digital dalam rantai pasok perikanan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat pesisir mampu bersaing di era ekonomi berbasis inovasi.
Selain aspek ekonomi, penerapan konsep Blue Economy juga menempatkan konservasi lingkungan sebagai prioritas. Upaya rehabilitasi kawasan mangrove, perlindungan terumbu karang, pengurangan pencemaran laut, dan pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan menjadi fondasi utama agar pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian ekosistem pesisir. Kajian terbaru mengenai ekonomi perikanan di Banten juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya secara optimal untuk menjaga keberlanjutan stok dan manfaat ekonomi jangka Panjang.
Peneliti STIE Ganesha yang terdiri ( M.Arief Noor, Zubair Arza, M. Tafsirudin, Vitry Pujriyanto, M. Zafran Nurzaqif) juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas masyarakat, dan media dalam mempercepat transformasi ekonomi pesisir. Sinergi tersebut diyakini akan memperkuat inovasi, investasi, riset, serta penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis pada potensi lokal dan prinsip keberlanjutan.
"Blue Economy merupakan paradigma pembangunan yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Dengan pengelolaan sumber daya laut yang tepat, Banten memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat ekonomi maritim yang berdaya saing di tingkat nasional," ujar peneliti STIE Ganesha.
Melalui transformasi struktur ekonomi pesisir, Provinsi Banten diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sektor kelautan, memperluas kesempatan kerja, memperkuat ketahanan pangan berbasis hasil laut, serta mendorong investasi pada sektor ekonomi maritim. Upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan Indonesia menuju tahun 2030 yang menempatkan ekonomi biru sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi masa depan.
Informasi Kontak & Media Sosial LPPM STIE Ganesha
• Website: https://lppm.stieganesha.ac.id/
• Jurnal: https://jurnal.stieganesha.ac.id
• Email: lppm@stieganesha.ac.id
• Instagram: @lppmganeshaofficial
• TikTok: lppmstieganesha05
• Facebook: LPPM STIE Ganesha
• YouTube: @lppmstieganesha-2024
• Twitter: @LppmSTIEGanesha
• WA Admin: 085691650054
0 Komentar