Berita Kegiatan

Alumni STIE Ganesha Ambil Peran dalam Pemetaan Banjir Ciputat, Perkuat Kolaborasi Lingkungan Berkelanjutan

TANGERANG SELATAN – Kepedulian terhadap persoalan lingkungan perkotaan kembali ditunjukkan oleh Ikatan Alumni (IKALUM) STIE Ganesha melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Susur Sungai Ciputat Tahap I yang berlangsung pada Minggu (31/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama berbagai elemen masyarakat untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab banjir yang selama ini menjadi persoalan serius di wilayah Ciputat dan Ciputat Timur.

Program yang digagas oleh Forum Peduli Sungai Ciputat tersebut melibatkan sekitar 210 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas warga, organisasi kemanusiaan, relawan lingkungan, akademisi, perguruan tinggi, hingga unsur pemerintah daerah. Dalam kegiatan tersebut, IKALUM STIE Ganesha turut mengambil bagian bersama dosen dan mahasiswa sebagai representasi kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian persoalan publik.

Partisipasi alumni STIE Ganesha dikoordinasikan oleh Moh. Tahang, S.E., M.M., M.Ak. selaku Ketua Bidang Humas dan Antar Lembaga IKALUM STIE Ganesha serta Ichsan Akbari, S.H., M.H., M.M. selaku Ketua Bidang Organisasi, Advokasi, dan Keanggotaan. Sejumlah alumni yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Aep Saefullah, R. Ayu, Ichsan Akbari, Moh. Tahang, dan Ujang Kusnaedi.

Keikutsertaan para alumni tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga mencerminkan komitmen nyata untuk turut serta dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat Tangerang Selatan.

Kegiatan Susur Sungai Ciputat dilaksanakan sebagai respons atas tingginya frekuensi banjir yang terjadi di sejumlah kawasan permukiman seperti Payung Mas, Pondok Hijau, Asrama Polisi Udara, dan Inhutani. Dalam beberapa tahun terakhir, banjir bahkan dilaporkan tetap terjadi meskipun curah hujan tidak berada pada tingkat ekstrem.

Kondisi tersebut mendorong Forum Peduli Sungai Ciputat, yang dibentuk pada 10 Mei 2026, untuk melakukan penelusuran lapangan guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi sungai serta berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya banjir.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.30 WIB dengan melibatkan sepuluh kelompok kerja yang terdiri atas tim sungai dan tim darat. Para peserta bergerak dari lima titik pengamatan yang tersebar sepanjang aliran Sungai Ciputat, mulai dari kawasan Universitas Terbuka hingga Graha Hijau.

Selain melakukan observasi terhadap kondisi fisik sungai, peserta juga melakukan dialog dan asesmen langsung kepada masyarakat sekitar guna memperoleh informasi mengenai tata ruang kawasan, sistem drainase, pengelolaan lingkungan, serta dampak banjir yang dirasakan warga.

Kegiatan yang turut dihadiri Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, tersebut menghasilkan berbagai data lapangan berupa foto, video, titik koordinat GPS, serta catatan hasil wawancara yang akan menjadi bahan penyusunan laporan dan rekomendasi kebijakan.

 

IKALUM STIE Ganesha Dorong Solusi Berbasis Kolaborasi

Ketua Bidang Humas dan Antar Lembaga IKALUM STIE Ganesha, Moh. Tahang, S.E., M.M., M.Ak., menegaskan bahwa keterlibatan alumni dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial terhadap lingkungan sekitar.

"Banjir bukan semata-mata persoalan lingkungan, melainkan juga menyangkut aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, alumni STIE Ganesha merasa perlu hadir dan berkontribusi dalam upaya mengidentifikasi akar persoalan yang terjadi. Kami berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi masukan yang konstruktif bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah penanganan yang lebih efektif dan berkelanjutan. “Kegiatan susur Sungai Ciputat ini bukan hanya sekadar aksi sosial dan lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran STIE Ganesha bersama dosen-dosen STIE Ganesha, mahasiswa dari BEM, serta UKM Mapala Wanatel menunjukkan bahwa civitas akademika tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Melalui kolaborasi bersama Forum Peduli Sungai Ciputat, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa persoalan banjir dan pencemaran sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami kondisi sosial masyarakat terdampak, sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang didampingi langsung oleh para dosen sebagai bentuk pendidikan karakter di lapangan.

Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan serta mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih aktif menjaga lingkungan demi terciptanya masyarakat yang sehat, peduli, dan berdaya.”" ujarnya.

Menurutnya, penyelesaian persoalan lingkungan perkotaan memerlukan kerja sama lintas sektor yang melibatkan masyarakat, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah secara berkesinambungan.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi, Advokasi, dan Keanggotaan IKALUM STIE Ganesha, Ichsan Akbari, S.H., M.H., M.M., menegaskan bahwa organisasi alumni akan terus mendukung berbagai program sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia menilai keterlibatan alumni dalam kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai pengabdian yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di STIE Ganesha.

 

Kehadiran alumni bersama dosen dan mahasiswa STIE Ganesha dalam kegiatan Susur Sungai Ciputat mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai persoalan lingkungan sekaligus berkontribusi dalam penyediaan data yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis fakta.

Seluruh temuan lapangan yang diperoleh selama kegiatan akan dihimpun, diverifikasi, dan dikelompokkan berdasarkan jenis permasalahan, lokasi, serta tingkat urgensinya. Hasil analisis tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam laporan terbuka yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan DPRD Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, komunitas, pemerintah, dan perguruan tinggi dapat menjadi modal sosial yang kuat dalam mendorong perbaikan tata kelola lingkungan. Di tengah meningkatnya tantangan perkotaan, kehadiran IKALUM STIE Ganesha menjadi bukti bahwa alumni perguruan tinggi tetap memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

0 Komentar

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *