Berita Kegiatan

Dosen Universitas Graha Ganesha Presentasikan Riset Transformasi Digital Bisnis Fotografi pada Forum Internasional ICCIT 2026

TANGERANG SELATAN– Dosen Universitas Graha Ganesha (UGG) memperkuat partisipasi akademiknya pada forum internasional melalui keikutsertaan dalam The 5th International Conference on Creative Communication and Innovative Technology (ICCIT 2026) yang berlangsung pada Kamis, 24 September 2026.

Dalam konferensi tersebut, tim peneliti Universitas Graha Ganesha yang terdiri atas Aep Saefullah, Hendra Candra, Nizar Zulkarnain, dan Riyawan Saputra membawa Paper ID 71 berjudul “The Impact of Management Information Systems on Product and Service Quality in Photography Business: A Phenomenological Study of AS Fotografi Kuningan.” Seluruh penulis tercantum dengan afiliasi Universitas Graha Ganesha, Tangerang Selatan. 

Partisipasi tersebut menjadi salah satu langkah UGG dalam memperluas diseminasi hasil penelitian pada forum akademik internasional, terutama pada isu yang mempertemukan bidang sistem informasi manajemen, transformasi digital, kualitas layanan, pengalaman pelanggan, dan pengembangan usaha kreatif.

ICCIT 2026 mengangkat tema “Orange Technology: Advancing Positive Computing Fostering Empathy and Well-Being for Societal Harmony.” Berdasarkan Program Book resmi, konferensi diselenggarakan dalam format hybrid dengan Universitas Bunda Mulia sebagai tuan rumah kegiatan di Jakarta. Forum tersebut dirancang sebagai ruang akademik bagi peneliti untuk mempresentasikan temuan terbaru sekaligus mendiskusikan perkembangan teknologi dan arah inovasi. 

Skala internasional ICCIT 2026 tercermin dari proses seleksi naskah yang tercatat dalam program resmi. Sebanyak 561 paper diajukan ke konferensi dan 231 paper diterima, dengan tingkat penerimaan sekitar 41 persen. Peserta dan delegasi berasal dari 17 negara di lima benua, antara lain Indonesia, Inggris, Selandia Baru, Turki, Norwegia, Malaysia, Amerika Serikat, Polandia, Kolombia, Vietnam, Portugal, Thailand, India, Arab Saudi, Timor-Leste, dan Pakistan. 

 

Mengangkat Transformasi Digital pada Industri Kreatif

Penelitian yang dibawa tim Universitas Graha Ganesha berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi AS Fotografi Kuningan dalam proses transformasi digital. Sebelum pemanfaatan sistem informasi semakin berkembang, aktivitas bisnis masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti pencatatan transaksi dan layanan secara manual, duplikasi data, kesulitan penyusunan laporan, hingga lambatnya proses pengambilan keputusan. 

Berbeda dengan kajian yang hanya melihat sistem informasi dari sisi teknologi, penelitian tersebut menempatkan pengalaman pelanggan sebagai salah satu perspektif utama. Tim peneliti berupaya memahami bagaimana penerapan Management Information Systems (MIS) dirasakan oleh pelanggan dan bagaimana teknologi tersebut berhubungan dengan kualitas produk, kualitas layanan, kepuasan pelanggan, serta daya saing usaha fotografi.

Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis dengan AS Fotografi Kuningan sebagai studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur selama 30–45 menit terhadap 10 pelanggan dan dua staf. Analisis dilakukan melalui two-cycle coding menggunakan NVivo 12, sementara penguatan rigor penelitian dilakukan melalui saturasi data dan member checking. 

Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti tidak hanya menilai apakah teknologi telah digunakan, tetapi juga memahami bagaimana sistem informasi diterjemahkan menjadi pengalaman layanan yang dirasakan secara langsung oleh pelanggan.

 

MIS Dorong Kecepatan, Akurasi dan Personalisasi Layanan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MIS memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas operasional dan pengalaman pelanggan, meskipun aspek kemudahan penggunaan masih menjadi ruang yang perlu diperbaiki.

Materi penelitian melaporkan proses pemesanan menjadi 2,1 kali lebih cepat, sementara proses digital berkaitan dengan penurunan kesalahan pesanan sebesar 63 persen. Personalisasi berbasis data juga dikaitkan dengan peningkatan kepuasan sebesar 28 persen.

Namun, transformasi digital tidak otomatis menghilangkan seluruh hambatan. Sekitar 40 persen pengguna dalam temuan penelitian melaporkan kesulitan yang berkaitan dengan menu dan proses unggah gambar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak cukup ditentukan oleh tersedianya teknologi, tetapi juga oleh kualitas pengalaman pengguna. 

Dari proses analisis, penelitian mengidentifikasi enam dimensi penting, yaitu product quality, service quality, customer value, operational effectiveness, application usability, dan business process integration. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa MIS pada usaha kreatif tidak seharusnya diposisikan semata sebagai tempat menyimpan data. Sistem informasi dapat berkembang menjadi bagian dari tulang punggung operasional perusahaan yang menghubungkan pengelolaan data pelanggan, penjadwalan dan operasional, pemasaran dan promosi, persediaan dan keuangan, hingga proses pengambilan keputusan berbasis data.

Integrasi tersebut pada akhirnya berkaitan dengan peningkatan akurasi, ketepatan waktu, responsivitas, dan kepercayaan pelanggan, yang kemudian mendukung konsistensi produk serta perjalanan pelanggan yang lebih terprediksi. 

 

Tiga Agenda Digitalisasi bagi UMKM Kreatif

Penelitian tim UGG juga menghasilkan implikasi praktis yang dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku UMKM dan industri kreatif yang sedang melakukan transformasi digital. Pertama, pengembangan sistem perlu menggunakan pendekatan design for users. Navigasi, struktur menu, dan proses unggah gambar harus dibuat sederhana serta didukung tutorial atau bantuan dalam aplikasi.

Kedua, perusahaan perlu membangun kapabilitas berbasis data. Staf tidak cukup hanya mampu mengoperasikan sistem, tetapi perlu memiliki kemampuan membaca hasil analitik dan menerjemahkan data pelanggan menjadi layanan yang lebih personal.

Ketiga, transformasi digital perlu dipahami sebagai proses continuous optimization. MIS bukan sistem yang selesai ketika aplikasi diluncurkan, melainkan platform yang harus terus dikembangkan melalui pengujian pengguna, umpan balik, arsitektur modular, dan perbaikan secara iteratif. 

Dengan demikian, pesan utama penelitian tersebut menempatkan transformasi digital pada perspektif yang lebih luas. Nilai teknologi muncul ketika teknologi, proses operasional, dan pengalaman pelanggan berkembang secara terintegrasi. Pada kasus AS Fotografi Kuningan, MIS memperkuat kecepatan, akurasi, konsistensi, dan kepercayaan, sementara usability menjadi salah satu agenda perbaikan berikutnya. 

 

 

Membawa Identitas Baru Universitas Graha Ganesha ke Forum Internasional

Keikutsertaan tim dosen dalam ICCIT 2026 memiliki arti tersendiri bagi Universitas Graha Ganesha. Presentasi tersebut berlangsung pada periode awal UGG menjalankan transformasi kelembagaan dari STIE Ganesha menjadi universitas.

Afiliasi Universitas Graha Ganesha – South Tangerang, Indonesia yang telah tercantum dalam materi Paper ID 71 sekaligus membawa identitas kelembagaan baru UGG ke ruang diseminasi akademik internasional. 

Aep Saefullah, S.HI., M.M., selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Graha Ganesha sekaligus salah satu penulis, mengatakan partisipasi dalam konferensi internasional perlu dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem riset universitas.

“Transformasi menjadi Universitas Graha Ganesha perlu diikuti dengan penguatan budaya riset dan keberanian dosen membawa hasil penelitian ke ruang akademik yang lebih luas. ICCIT 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan identitas baru UGG melalui karya ilmiah sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan dan kolaborasi dengan peneliti dari berbagai institusi.”

Menurutnya, penelitian juga perlu semakin dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan dunia usaha. “Riset tentang sistem informasi pada bisnis fotografi ini menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar persoalan menggunakan aplikasi. Teknologi baru menghasilkan nilai ketika mampu memperbaiki proses bisnis sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan. Perspektif seperti ini relevan bagi UMKM dan industri kreatif Indonesia yang sedang bergerak menuju ekosistem bisnis berbasis data.”

 

Riset dan Kolaborasi sebagai Bagian Pengembangan UGG

Kehadiran dosen Universitas Graha Ganesha pada ICCIT 2026 sekaligus memperlihatkan peluang pengembangan riset lintas disiplin di lingkungan UGG. Kajian mengenai sistem informasi dan bisnis kreatif, misalnya, dapat menjadi ruang kolaborasi antara keilmuan manajemen, bisnis digital, ilmu komputer, serta sistem dan teknologi informasi.

Kolaborasi tersebut relevan dengan perkembangan Universitas Graha Ganesha sebagai perguruan tinggi multidisipliner. Riset tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan pengetahuan dan solusi yang dapat digunakan oleh UMKM, industri, pemerintah, serta masyarakat.

ICCIT 2026 sendiri menempatkan perkembangan teknologi dalam perspektif yang berorientasi kepada manusia. Tema Orange Technology mengajak komunitas akademik melihat inovasi tidak hanya berdasarkan kemampuan komputasi dan efisiensi teknis, tetapi juga kontribusinya terhadap kesejahteraan, empati, dan kehidupan sosial. 

Dalam konteks tersebut, penelitian tim UGG mengenai hubungan MIS dengan kualitas produk dan layanan memiliki titik temu yang kuat: digitalisasi perlu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan manusia sebagai pengguna teknologi.

Bagi Universitas Graha Ganesha, partisipasi pada ICCIT 2026 menjadi bagian dari perjalanan membangun ekosistem akademik yang semakin terbuka terhadap riset, inovasi, transformasi digital, publikasi ilmiah, dan jejaring internasional.

Dari Tangerang Selatan, karya akademik dosen UGG kini memasuki ruang diskusi yang lebih luas—membawa persoalan nyata UMKM Indonesia ke forum ilmiah internasional sekaligus memperkenalkan Universitas Graha Ganesha melalui kontribusi penelitian yang berorientasi pada inovasi dan dampak.

0 Komentar

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *