Berita Kegiatan

Rumuskan Langkah Strategis, Peneliti STIE Ganesha Gandeng DPRD dan Disnaker Banten Gelar Diskusi Terpumpun

KOTA SERANG – Untuk memperkuat fondasi ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Banten, sebuah tim peneliti mengadakan diskusi terpumpun yang melibatkan unsur legislatif dan pelaksana kebijakan. Kegiatan bertajuk “Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Sumber Daya Manusia Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Di Provinsi Banten” tersebut digelar di Gedung Serba Guna Kawasan Kelapa Gading, Kota Serang, pada Rabu (13/8/2025).

Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Penelitian Fundamental Reguler yang didanai Kemdikbudristek RI Tahun 2025, yang diketuai oleh Ramadani Pardian, S.T., M.M., beserta sejumlah anggota tim dari kalangan akademisi, termasuk Dr. M. Arief Noor, M.Pd., M.M. (Ketua STIE Ganesha), Zubair Arza, Nurhayati, Nurmayani Istiningsih, dan Hadid Abdillah al Mulki.

Diskusi difokuskan pada dua pokok pemikiran. Sesi pertama membahas perumusan strategi penguatan SDM untuk mendukung pertumbuhan ekraf yang berkelanjutan, yang disampaikan oleh ketua peneliti. Sesi kedua mengkaji lebih mendalam mengenai upaya peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi dan penyiapan tenaga kerja terampil untuk sektor ekraf di Banten.

Acara ini sukses menghimpun perspektif dari berbagai pemangku kepentingan kunci:

  • Dr. H. Budi Prajogo, S.E., M.Ak (Wakil Ketua III DPRD Banten) memaparkan fungsi legislasi melalui Perda Ekonomi Kreatif dan peran DPRD dalam membuka lapangan pekerjaan.

  • Mohamad Bayuni, S.Pd., M.M. (Kepala UPTD Latihan Kerja) hadir mewakili Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten untuk menyampaikan langkah-langkah praktis pemerintah dalam menyediakan SDM yang kompeten.

  • Dr. M. Arief Noor, M.Pd., M.M. (Ketua STIE Ganesha) memberikan kontribusi pemikiran dari sudut pandang pendidikan tinggi dalam mencetak talenta yang siap bersaing.

“Sektor ekonomi kreatif mengandalkan ide dan kemampuan sumber daya manusia sebagai modal utama. FGD ini merupakan langkah awal untuk merancang sebuah strategi yang aplikatif dan mampu mendorong pertumbuhan ekraf Banten yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Ramadani Pardian.

Diskusi berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan, dengan menekankan pada pentingnya kolaborasi sinergis antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri. Rekomendasi ini akan menjadi bahan penyusunan laporan kebijakan (policy brief) yang akan diserahkan kepada pemangku kepentingan terkait untuk ditindaklanjuti.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dan pelaku usaha ini ditutup dengan tekad bersama untuk melanjutkan kerjasama dalam memajukan ekonomi kreatif Banten yang berbasis pada potensi dan kemampuan lokal.

0 Komentar

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *