Dosen dan Mahasiswa STIE Ganesha Paparkan Hasil Riset Dalam Forum National Leader Forum 2024 di Palembang
Tangerang Selatan, 19 September 2024 – Dosen dan mahasiswa STIE Ganesha, Fisy Amalia, S.E., M.M., dan Syari’ah Malika Yasmin menghadiri kegiatan National Leader Forum (NLF) yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-Jepang Abad ke-21 (KAPPIJA 21) pada 13-16 September 2024 di Palembang, Sumatera Selatan.
National Leader Forum (NLF) terdiri dari beberapa bagian utama, di antaranya Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Sarasehan Nasional, dan Silaturahmi Nasional. Salah satu persoalan besar yang diangkat adalah mendukung transformasi SDM, ekonomi, dan sosial dalam konteks kerjasama ASEAN-Jepang. Acara ini tidak hanya menjadi ajang bertukar pikiran, tetapi juga memperkuat sinergi antara KAPPIJA 21 dan negara-negara sahabat di bawah AJAFA-21 (ASEAN-JEPANG) untuk menciptakan peluang kerjasama yang lebih luas di masa depan.
Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Kesadaran Hukum untuk Generasi Muda: Pilar Keberlanjutan Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2024", dengan tujuan membangkitkan kesadaran tentang penguatan sistem mobilitas mutakhir serta meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam penegakan hukum menuju Indonesia Emas 2045. Acara ini dihadiri oleh 172 peserta dari 5 negara (Indonesia, Jepang, Malaysia, Timor Leste, Thailand) dan juga kampus-kampus besar di Indonesia.
Di hari pertama ketibaan, peserta berkesempatan untuk berkunjung ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (KAJATI SumSel). Sarasehan digelar di gedung KAJATI untuk mendengarkan pendapat para ahli yaitu pejabat kejaksaan yang membahas isu-isu strategis terkait kesadaran hukum untuk generasi muda, sesuai dengan tema yang diangkat oleh NLF 2024.
Pada hari berikutnya, peserta melakukan presentasi sebagai bentuk tukar pikiran, dimana mereka memaparkan hasil pengamatan dan ide-ide baru yang dimiliki, serta saling bertukar perspektif untuk memperkaya wawasan. Pada kesempatan tersebut, Fisy Amalia mempresentasikan hasil penelitian berjudul Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Wirausaha Muda: Studi Kasus STIE Ganesha di depan peserta dari berbagai perguruan tinggi, baik nasional maupun internasional.
Dalam penelitian yang dipresentasikan, Fisy Amalia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran signifikan dalam pengembangan wirausaha muda melalui berbagai inisiatif bisnis, partisipasi dalam pelatihan kewirausahaan, dan dukungan dari inkubator bisnis di kampus. Faktor-faktor seperti dukungan institusi, akses ke modal, serta jaringan bisnis menjadi elemen penting dalam keberhasilan wirausaha mahasiswa.
Hasil penelitian ini menyarankan bahwa program kewirausahaan generasi muda perlu diperkuat dengan kebijakan yang lebih mendukung, penyediaan fasilitas yang memadai, serta akses yang lebih luas terhadap sumber daya bisnis. Penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan program kewirausahaan yang efektif serta memberikan masukan bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang mendukung pengembangan wirausaha muda di Indonesia.
Selanjutnya, diadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) internasional diawali dengan penandatanganan kerjasama dengan 16 Perguruan Tinggi. Kegiatan selanjutnya meliputi kunjungan ke UMKM Home Industri Jumputan ‘Tuan Kentang Kertapati’ serta kunjungan ke Panti werdha. Kunjungan UMKM bertujuan untuk memberikan dukungan dan pemahaman lebih lanjut mengenai pengembangan usaha kecil dan menengah di sektor industi kreatif. Selain itu juga peserta dapat melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun khas Palembang yang merupakan salah satu warisan budaya lokal, sehingga dapat lebih memahami nilai seni dan keterampilan yang terlibat dalam setiap tahap pembuatanya. Sedangkan kunjungan ke Panti werdha bertujuan untuk memberikan perhatian dan juga bantuan, sekaligus mempererat hubungan melalui kegiatan sosial yang bermakna.
Pada malam harinya, Silaturahmi Nasional (SILATNAS) yang diisi dengan acara makan malam bersama dengan pejabat Gubernur Sumatera Selatan diadakan dengan menggunakan pakaian adat daerah untuk mencerminkan kekayaan budaya. Selain itu, diberikan juga penghargaan bagi peserta dengan pakaian adat terbaik untuk menambah semarak suasana. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan juga menambah peluang kolaborasi dimasa mendatang.
Di hari berikutnya, dilakukan kunungan ke Museum Sultan Mahmud Baharuddin dan Monumen Ampera, dimana peserta dapat mengeksplorasi sejarah dan budaya daerah serta mengenal lebih dalam tentang warisan yang menjadi kebanggaan masyarakat. Di puncak Monumen Ampera peserta dapat menikmati pemandangan kota Palembang yang indah dari ketinggian.
Pada hari terakhir, peserta mengunjungi Kampung Pempek untuk membeli oleh-oleh, dimana mereka dapat menikmati berbagai makanan khas Palembang yang terkenal, seperti pempek dan kerupuk. Kegiatan ini menjadi momen yang menyenangkan, sekaligus sebagai cara untuk membawa pulang kenangan manis dari perjalanan mereka.
"Alhamdulillah, National Leader Forum (NLF) di Palembang benar-benar mengesankan. Ibu Ketua Umum yang cantik dan rendah hati, pengurus KAPPIJA yang ramah dan bersahabat (menjadi role model bagi peserta), serta tuan rumah yang all out dalam menjamu tamu. Panitia sangat customer-oriented (terima kasih kepada mentor yang hebat), dan acara berlangsung seru dengan ciri khasnya yang 'goyang' (baik di kapal, di tol, maupun di lokasi acara). Teman-teman baru yang menyenangkan karena kami langsung 'klik'. Logistik yang memadai menjaga stamina, terutama saat berjuang mencapai Puncak Monpera. Acara ini pantas mendapatkan rating 5 bintang ! Saya merasa beruntung bisa mengikuti kegiatan ini. Semoga acara ini membawa berkah bagi kita semua. Sampai jumpa di kesempatan lain. Jazakumullah khayran, barakallah fiikum, arigatougozaimasu!” Kesan Fisy Amalia setelah mengikuti event tersebut.
--Artikel ini disusun dengan kontribusi dari Tim Redaksi LPPM STIE Ganesha dengan Ibu Fisy Amalia dan Ibu Syari’ah Malika Yasmin--
0 Komentar