Berita Kegiatan

CoreTax Buktikan Efiktivitas dalam Meningkatkan Kepatuhan Pajak Perusahaan di Batam

Batam, 11 September 2025 – PT. Pelnas Baruna Jaya menjadi proyek percontohan dalam penerapan sistem CoreTax melalui kegiatan hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) yang didukung pendanaan dari Kemdiktisaintek RI. Kegiatan yang diselenggarakan di kantor perusahaan tersebut berhasil mendemonstrasikan peningkatan signifikan dalam tingkat kepatuhan pajak melalui digitalisasi sistem perpajakan.

CoreTax merupakan sebuah sistem terpadu berbasis teknologi yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan secara lebih efisien. Inovasi ini dikembangkan oleh tim peneliti STIE Ganesha sebagai respons terhadap tantangan kompleksitas pelaporan pajak yang biasa dihadapi perusahaan, khususnya di wilayah ekonomi khusus seperti Batam.

"Hasil implementasi selama tiga bulan terakhir menunjukkan peningkatan remarkable dalam kepatuhan pajak mencapai 30% dibanding periode sebelumnya," ungkap Peneliti Utama dalam pemaparannya. Sistem ini tidak hanya mengoptimalkan waktu penyusunan laporan, tetapi juga meminimalisasi potensi kesalahan manusia yang sering terjadi dalam penyusunan SPT.

Direktur PT. Pelnas Baruna Jaya menyatakan apresiasi terhadap inovasi ini. "CoreTax memberikan dampak efisiensi yang signifikan baik dalam aspek waktu maupun biaya. Proses yang sebelumnya memerlukan 5-7 hari kerja kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam," jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung pada 11 September 2025 tersebut juga mencakup pelaksanaan workshop dan pendampingan teknis bagi staf keuangan perusahaan. Peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai fitur-fitur unggulan CoreTax, meliputi automatic calculation, real-time reporting, hingga compliance alert system.

Keberhasilan implementasi CoreTax di Batam menjadi bukti nyata sinergi positif antara dunia akademik dan industri. Sistem ini tidak hanya membantu perusahaan dalam memenuhi kewajiban perpajakan, tetapi juga turut berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah.

Dengan capaian positif ini, tim peneliti berencana mengembangkan versi yang lebih maju dengan integrasi Artificial Intelligence untuk predictive tax planning. Inovasi ini diharapkan dapat diadopsi secara luas oleh perusahaan-perusahaan di berbagai Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia.

0 Komentar

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *