Berita Kegiatan

Dari Kearifan Lokal Menuju Pasar Digital: PKM STIE Ganesha Bantu UMKM Telur Asin Brebes Perkuat Identitas Merek

Alhamdulillah, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Pengembangan Model Geo-Digital Branding Berbasis Kearifan Lokal untuk Penguatan Ekuitas Merek UMKM Telur Asin Kabupaten Brebes” telah dilaksanakan dengan baik dan lancar oleh tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung penguatan UMKM lokal, khususnya UMKM telur asin sebagai produk unggulan khas Kabupaten Brebes.

Kabupaten Brebes merupakan salah satu wilayah strategis di ujung barat Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Secara geografis, Brebes memiliki wilayah yang luas dengan karakter topografi yang beragam, mulai dari dataran rendah pesisir hingga kawasan pegunungan di bagian selatan. Kondisi iklim tropis, ketersediaan sumber daya alam, lahan pertanian, tambak, serta aksesibilitas melalui jalur Pantura dan tol Trans-Jawa menjadikan Brebes memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal, termasuk sektor UMKM telur asin. Potensi geografis tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan produk khas daerah yang memiliki nilai ekonomi dan identitas lokal yang kuat.

Kegiatan PKM ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi telur asin Brebes sebagai ikon kuliner daerah yang telah dikenal luas oleh masyarakat. Telur asin Brebes tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga menjadi bagian dari identitas daerah yang melekat kuat pada Kabupaten Brebes. Berdasarkan potensi lokal yang ada, produk telur asin Brebes didukung oleh banyak pelaku UMKM, proses produksi tradisional, serta kekhasan rasa yang sulit ditiru oleh daerah lain. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui strategi branding yang lebih modern, terarah, dan berbasis digital agar produk UMKM lokal mampu meningkatkan daya saing di pasar regional, nasional, bahkan internasional.

Melalui kegiatan PKM ini, tim pelaksana memperkenalkan konsep geo-digital branding, yaitu strategi penguatan merek yang memadukan identitas wilayah, potensi geografis, kearifan lokal, serta pemanfaatan teknologi digital. Pendekatan ini menjadi penting karena UMKM tidak hanya membutuhkan produk yang berkualitas, tetapi juga membutuhkan identitas merek yang kuat, cerita produk yang menarik, serta media promosi digital yang mampu menjangkau konsumen secara lebih luas. Dalam konteks telur asin Brebes, geo-digital branding diarahkan untuk mengangkat kekhasan daerah, budaya masyarakat, simbol lokal, cerita produksi tradisional, serta lokasi asal produk sebagai bagian dari kekuatan merek.

Tujuan dari kegiatan PKM melalui FGD ini adalah untuk membangun ruang diskusi bersama antara tim pelaksana, pemerintah daerah, pemerintah desa, pendamping masyarakat, pelaku UMKM, dan masyarakat Desa Sengon. Bagi tim pelaksana dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Jakarta, kegiatan ini menjadi sarana untuk menggali data lapangan, memahami kebutuhan pelaku UMKM, serta memperoleh masukan langsung dalam merancang model geo-digital branding yang sesuai dengan karakteristik lokal Kabupaten Brebes. Bagi daerah, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan produk unggulan lokal, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi wilayah. Sementara itu, bagi masyarakat dan pelaku UMKM telur asin, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya branding, pemasaran digital, identitas produk, dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Kegiatan FGD ini menghadirkan pemateri utama, yaitu Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Bapak Drs. Khaerul Abidin, M.M. Kehadiran beliau memberikan penguatan penting mengenai arah kebijakan, peluang, serta dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM di Kabupaten Brebes. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pemateri kedua, yaitu Ibu Witri selaku Ketua UMKM Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes, yang memberikan gambaran mengenai kondisi nyata pelaku UMKM, tantangan yang dihadapi, serta peluang pengembangan usaha melalui kerja sama, inovasi, dan pemanfaatan media digital.

Kegiatan PKM ini juga mendapat sambutan yang sangat baik dari Pemerintah Desa Sengon. FGD turut dihadiri oleh Kepala Desa Sengon, Bapak H. Ardi Winoto, beserta jajaran perangkat desa. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kantor Kecamatan Tanjung, yaitu Bapak Saeful Amin selaku PKH Kecamatan Tanjung, bersama rekan-rekan PKH lainnya. Kehadiran pemerintah desa, perwakilan kecamatan, pendamping masyarakat, dan pelaku UMKM menunjukkan adanya dukungan lintas pihak terhadap penguatan ekonomi lokal di Desa Sengon.

Peserta kegiatan terdiri atas para pelaku UMKM Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, serta segenap masyarakat Desa Sengon. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran, perhatian, dan keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung. Para peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai potensi produk lokal, kendala pemasaran, kebutuhan pendampingan, serta harapan terhadap pengembangan UMKM ke depan. Suasana FGD berlangsung aktif, hangat, dan komunikatif, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman antara pelaku UMKM, pemerintah, masyarakat, dan tim pelaksana PKM.

Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada pentingnya membangun merek UMKM yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjual nilai, cerita, lokasi, dan identitas daerah. Produk telur asin Brebes memiliki kekuatan lokal yang sangat besar, mulai dari sejarah, proses produksi tradisional, keterampilan masyarakat, hingga citra Brebes sebagai daerah penghasil telur asin. Nilai-nilai tersebut dapat dikembangkan menjadi konten storytelling, identitas visual, dan strategi pemasaran digital agar produk UMKM lebih menarik dan mudah dikenali oleh konsumen. Strategi ini sejalan dengan penguatan ekuitas merek melalui platform digital, storytelling kearifan lokal, kolaborasi, dan identitas visual yang konsisten.

Selain memperkenalkan konsep branding, kegiatan PKM ini juga menekankan pentingnya pemetaan UMKM dan pemanfaatan teknologi digital berbasis wilayah. Melalui model geo-digital branding, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih mudah dikenali berdasarkan lokasi usaha, karakter produk, keunikan proses produksi, serta nilai lokal yang dimiliki. Model ini mencakup pengumpulan data geografis, integrasi kearifan lokal, pengembangan identitas visual, pembuatan konten digital, serta penguatan ekuitas merek UMKM agar lebih berdaya saing.

Adapun tim pelaksana dalam kegiatan PKM ini berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Jakarta, yang terdiri atas Suhermanto, S.Kom., M.Kom. sebagai ketua tim, dengan anggota Tohiroh, S.E., M.M. dan Siti Mulasih, S.Pd.I., M.M. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Mira, sebagai bagian dari tim pendukung pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, pemerintah desa, pendamping masyarakat, dan pelaku UMKM menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan PKM ini.

Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan manfaat yang besar bagi berbagai pihak. Bagi pelaku UMKM, kegiatan ini membuka wawasan mengenai pentingnya penguatan merek, pemanfaatan media digital, dan pengembangan identitas produk berbasis kearifan lokal. Bagi masyarakat Desa Sengon, kegiatan ini menjadi dorongan untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi lokal yang dimiliki. Bagi pemerintah desa dan daerah, kegiatan ini dapat menjadi masukan dalam menyusun strategi pemberdayaan UMKM yang lebih terarah. Sementara bagi tim pelaksana dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Jakarta, kegiatan ini menjadi dasar penting dalam merancang model geo-digital branding yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik UMKM telur asin di Kabupaten Brebes.

Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan UMKM telur asin Brebes, khususnya di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, dapat semakin berkembang, memiliki identitas merek yang kuat, serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya ekosistem pengembangan UMKM yang kolaboratif, berkelanjutan, dan berbasis pada kearifan lokal. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, pendamping masyarakat, pelaku UMKM, masyarakat, dan perguruan tinggi, produk telur asin Brebes diharapkan semakin dikenal luas, memiliki nilai tambah ekonomi, serta mampu menjadi kebanggaan daerah Kabupaten Brebes.

0 Komentar

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *