Wakil Bupati Klaten Apresiasi STIE Ganesha Pilih Desa Ponggok sebagai Lokasi Riset Pengelolaan BUMDes
KLATEN – Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten kini menjadi sorotan karena dipilih sebagai lokasi penelitian pengelolaan keuangan BUMDes ekowisata oleh tim riset STIE Ganesha Jakarta. Fokus utama riset ini adalah menggali praktik terbaik di Desa Ponggok yang dinilai telah jauh melampaui standar pertumbuhan desa lainnya.
STIE Ganesha menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas sistem pengelolaan keuangan secara profesional di BUMDes Ponggok. Agenda ini dirancang untuk mendalami praktik transparansi, tata kelola yang baik, dan penguatan sinergi antara BUMDes dan komunitas local.
FGD ini dibuka oleh Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya (atau Benny Indra Ardhianto—tergantung sumber—sebagai pejabat pemerintah setempat yang memberi sambutan). Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara BUMDes, pemerintah desa, dan KDMP (Kelompok Desa Merah Putih). Stakeholder lainnya seperti tokoh masyarakat dan pengelola ekonomi lokal juga turut berpartisipasi dalam diskusi untuk memberikan perspektif beragam
Acara digelar di ruang rapat Balai Desa Ponggok, yang menjadi pusat diskusi riset dan tukar ide antara akademisi dan pemerintahan lokal
Diskusi berlangsung beberapa hari lalu, dipublikasikan pada awal Agustus 2025, sebagai bagian dari agenda riset STIE Ganesha sepanjang tahun 2025
Wakil Bupati Klaten menyampaikan bahwa Desa Ponggok dipandang sebagai desa inovatif yang telah mencapai Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga Rp 19 miliar per tahun dan menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan BUMDes dan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Keberhasilan ini menjadi alasan utama dipilihnya Ponggok sebagai studi kasus strategis
Diskusi mencakup evaluasi aspek pengelolaan keuangan BUMDes dengan pendekatan profesional dan terbuka. Wakil Bupati juga mengingatkan agar BUMDes dan KDMP tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan sinergi dalam membangun destinasi unggulan desa. Tujuan akhirnya adalah mengekspor model keberhasilan Desa Ponggok ke desa-desa lain sebagai referensi pengembangan ekonomi local.
Melalui FGD ini, STIE Ganesha berharap hasil riset mampu memberikan insight dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi pengembangan BUMDes dan ekowisata. Desa Ponggok diharapkan tidak hanya menjadi penghasil PADes tinggi, tetapi juga menjadi model tata kelola ekonomi desa yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia.
0 Komentar