Berita Kegiatan

STIE Ganesha Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga Cipayung Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah

Tangerang Selatan – Dalam upaya memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pembangunan masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha Jakarta menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berbasis riset dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi melalui pengelolaan sampah. Program ini dilaksanakan oleh tim PKM PMP Kemdiktisaintek RI tahun 2025 STIE Ganesha pada Sabtu, 3 Agustus 2025, bertempat di Balai Warga Perumahan Pondok Payung Mas, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program hibah Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PKM-PMP) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi RI ini mengusung model pengelolaan sampah berbasis komunitas sebagai solusi ekonomi lokal. Dalam kegiatan ini, tim dosen peneliti memperkenalkan teknologi pengolahan sampah rumah tangga dan menyerahkan hibah berupa tiga unit alat pengelolaan sampah dan satu mesin pengomposan (Compos IT) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 12 sebagai mitra utama.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari para dosen STIE Ganesha: Yandi Asmana selaku ketua tim, bersama Farhat Abbas dan Cinta Rahmi. Mereka didampingi oleh mahasiswa peneliti pendamping: Safina, Iftihal, Anisa Hardini, Dzulfikar Dzaki Mubarok, dan Aditya Purnomo. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan pemerintah kelurahan, ketua RW dan RT setempat, sejumlah ketua KWT dari berbagai wilayah di Tangsel, perwakilan mahasiswa STIE Ganesha, serta peserta KKN dari UIN Syarif Hidayatullah.

Acara dilaksanakan pada 3 Agustus 2025, dimulai pukul 08.30 WIB di Balai Warga RW 12, Pondok Payung Mas, Kelurahan Cipayung, Tangerang Selatan. Lokasi ini dipilih karena dinilai strategis dan memiliki komunitas aktif yang siap diajak berkolaborasi dalam program pemberdayaan.

Dalam sambutannya, Ahmad Fadli, SE., M.M,  Wakil Ketua I STIE Ganesha mewakili Ketua STIE Ganesha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, model pengabdian semacam ini mencerminkan kurikulum yang berdampak, sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai proyek jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan berkelanjutan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ini STIE Ganesha mengirimkan 18 dosen peneliti ke berbagai wilayah di Indonesia dalam berbagai tema riset pengabdian masyarakat, dan kegiatan di Cipayung merupakan salah satu proyek unggulan yang didanai oleh kementerian.

Kegiatan dibuka dengan seminar edukatif yang dipandu oleh Deden Mauli Derajat sebagai pembawa acara. Sesi pertama diisi oleh Farhat Abbas yang memaparkan pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari ekonomi sirkular. Kemudian dilanjutkan oleh Yandi Asmana yang menjelaskan konsep manajemen komunitas dalam mendukung praktik pengelolaan sampah terpadu. Ibu Agustin, mewakili KWT RW 12, turut memberikan testimoni terkait kesiapan komunitas dalam mengelola program ini secara mandiri.

Dalam sesi penyerahan hibah, alat pengelolaan sampah diserahkan secara simbolis kepada pengurus KWT. Harapannya, alat ini dapat digunakan bersama oleh warga sebagai langkah awal membentuk ekosistem pengolahan sampah skala komunitas.

Wawan Ridwan, Ketua RW setempat, menyatakan komitmennya untuk menjadikan program ini sebagai titik tolak menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. “Kami sadar masih banyak keterbatasan, tapi kami siap bersinergi dengan warga untuk bersama-sama membangun lingkungan yang bersih dan produktif,” ujarnya penuh semangat.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Antusiasme warga, khususnya para ibu rumah tangga yang tergabung dalam KWT, terlihat dari keaktifan mereka selama sesi tanya jawab. Kolaborasi antara akademisi, warga, dan pemerintah lokal menciptakan suasana yang kondusif untuk tumbuhnya budaya gotong royong berbasis ilmu.

Para mahasiswa juga turut berperan aktif dalam mendampingi kegiatan dan memberikan edukasi ringan kepada warga mengenai proses daur ulang dan komposting. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah belajar bagi warga, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa.

Pengabdian masyarakat yang digagas oleh STIE Ganesha ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara ilmu pengetahuan dan praktik lapangan dapat mendorong transformasi sosial dan ekonomi berbasis komunitas. Melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan, kegiatan ini membuktikan bahwa solusi sederhana seperti pengelolaan sampah bisa menjadi pintu masuk menuju kesejahteraan lokal yang berkelanjutan

1 Komentar

Cinta Rahmi

Maju terus STIE Ganesha dalam menebar kebaikan untuk umat

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *