Riset Fundamental STIE Ganesha: Menggali Potensi SDM dalam Ekonomi Kreatif Banten
Tangerang Selatan, — Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berbasis sumber daya manusia (SDM) tengah dilakukan oleh tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha Jakarta melalui serangkaian riset lapangan di wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 31 Juli–2 Agustus 2025, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Penelitian ini fokus pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis SDM, sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan ekonomi lokal di Provinsi Banten. Tim peneliti melakukan pengumpulan data langsung dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta para pelaku ekonomi kreatif di wilayah Ciputat.
Rangkaian kegiatan mencakup wawancara mendalam, observasi lapangan, kajian literatur, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai tantangan, kebutuhan, serta potensi penguatan kapasitas SDM dalam sektor ekonomi kreatif di tingkat lokal.
Tim peneliti diketuai oleh Ramadani Pardian, S.T., M.M, bersama dua anggota tim yakni Zubair Arza, S.Sos., M.M. dan Dr. M. Arief Noor, M.Pd., M.M.. Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa STIE Ganesha sebagai asisten peneliti yang berperan aktif dalam pelaksanaan survei, dokumentasi, dan pengolahan data.
Para pelaku UMKM, tokoh komunitas ekonomi kreatif, serta aparat kelurahan dan kecamatan juga dilibatkan secara aktif dalam proses pengumpulan informasi. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat menghasilkan data yang valid dan relevan untuk kebutuhan perumusan strategi pembangunan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan dipilih sebagai lokasi riset karena kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan UMKM dan kegiatan ekonomi kreatif di Provinsi Banten. Ciputat memiliki keragaman pelaku usaha dari berbagai subsektor, mulai dari kuliner, kriya, fashion, hingga jasa digital.
Kapan Kegiatan Ini Berlangsung?
Kegiatan riset lapangan dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 31 Juli hingga 2 Agustus 2025. Dalam rentang waktu tersebut, tim menyusun jadwal kunjungan ke sejumlah titik usaha dan lokasi komunitas, serta melangsungkan FGD di lingkungan pelaku usaha dan organisasi lokal.
Riset ini bertujuan untuk menggali secara mendalam bagaimana peran dan kualitas SDM dapat menjadi penggerak utama dalam pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Banten. Seiring dengan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sebagai penopang ekonomi nasional, penting untuk memahami sejauh mana kesiapan SDM lokal dalam menghadapi tantangan digitalisasi, daya saing produk, dan inovasi model bisnis.
Tim peneliti berharap hasil dari studi ini dapat memberikan masukan kebijakan baik bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha, serta menjadi rujukan akademik dalam merumuskan strategi penguatan kapasitas SDM di sektor kreatif.
Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif partisipatoris. Tim menggunakan beberapa teknik pengumpulan data antara lain:
Wawancara lapangan dengan pelaku UMKM dan tokoh komunitas,
Observasi langsung terhadap aktivitas usaha dan proses produksi,
Studi literatur untuk memperkuat kerangka konseptual,
serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali pendapat dan usulan dari pelaku usaha secara kolektif.
Metodologi ini memungkinkan tim untuk mendapatkan perspektif yang utuh dan kontekstual, sehingga mampu menghasilkan rumusan strategi yang aplikatif dan berbasis kebutuhan lapangan.
Kegiatan riset yang dilakukan oleh STIE Ganesha ini menunjukkan komitmen kampus dalam mengaktualisasikan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi aktif antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, riset ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal di Provinsi Banten.
Jika riset ini berhasil diformulasikan menjadi model pengembangan berbasis SDM yang terukur, bukan tidak mungkin hasilnya akan direplikasi di daerah lain sebagai contoh praktik baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas
0 Komentar