Tausiyah Isra Mikraj Ustaz Fikri Haikal MZ: Taubat, Lingkungan Baik, dan Refleksi Spiritualitas Islam
Ciputat - Kegiatan Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan bakti sosial telah berlangsung dengan baik dan lancar pada pagi hari di Masjid Baturrahmah, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur pada hari Ahad 1 Februari 2025. Pada sesi acara inti, tausiyah agama disampaikan oleh Ustaz H. Fikri Haikal MZ, S.Ag, putra dari dai sejuta umat almarhum KH Zainuddin MZ. Dalam ceramahnya, Ustaz Fikri mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus perbaikan diri yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa setiap manusia, seberat apa pun dosa yang pernah dilakukan, selalu memiliki kesempatan untuk kembali kepada Allah SWT selama pintu taubat masih terbuka.
Salah satu kisah yang disampaikan adalah cerita tentang seorang pemuda yang dikenal sangat gemar melakukan maksiat dan bahkan telah membunuh seratus orang. Namun, ketika pemuda tersebut sungguh-sungguh ingin bertaubat dan berusaha meninggalkan lingkungan buruk menuju lingkungan yang penuh kebaikan, Allah SWT tetap menerima taubatnya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa rahmat Allah jauh lebih luas daripada dosa manusia, sekaligus mengajarkan pentingnya niat yang tulus dan langkah nyata dalam proses hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam ceramahnya, Ustaz Fikri juga menegaskan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik, khususnya dengan orang-orang yang ahli ibadah dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keislaman. Menurutnya, lingkungan yang positif akan membentuk karakter, memperkuat iman, serta membantu seseorang untuk istiqamah dalam menjalani ketaatan. Sebaliknya, pergaulan yang salah dapat menjerumuskan seseorang kembali pada kebiasaan buruk yang merusak diri dan masa depan.
Lebih lanjut, Ustaz Fikri mengulas makna Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dalam perspektif refleksi pemikiran yang ia sebut sebagai quantum spiritual, yakni cara memahami peristiwa luar biasa tersebut dengan landasan aqidah Islamiyah yang kokoh. Ia menjelaskan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan fisik Nabi Muhammad SAW, melainkan peristiwa ilahiah yang mengandung pesan mendalam tentang hubungan vertikal antara manusia dan Allah SWT, serta pentingnya shalat sebagai pilar utama kehidupan seorang Muslim.
Dalam konteks tersebut, Ustaz Fikri memaparkan perbedaan antara perbuatan ilahiyah dan perbuatan kauniyah. Perbuatan ilahiyah merupakan kehendak Allah SWT yang terjadi di luar hukum sebab-akibat manusia, seperti mukjizat para nabi, termasuk peristiwa Isra Mikraj. Sementara itu, perbuatan kauniyah adalah sunnatullah yang berlaku di alam semesta dan kehidupan manusia, seperti proses usaha, belajar, dan bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. Keduanya harus dipahami secara seimbang agar umat tidak terjebak pada sikap pasrah tanpa usaha, maupun mengandalkan usaha tanpa melibatkan Allah SWT.
Menutup ceramahnya, Ustaz Fikri Haikal MZ menyampaikan pesan motivatif kepada seluruh jamaah agar senantiasa melakukan perbaikan diri secara berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Dengan menjadikan nilai-nilai Isra Mikraj sebagai pedoman hidup, diharapkan umat Islam mampu membangun pribadi yang beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama serta lingkungan sekitarnya.
0 Komentar